Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan?
Pernahkah Anda merenungkan apa yang akan anda lakukan di saat
anda pensiun? Apakah anda dapat menikmati hidup di hari tua anda seperti anda
hidup sekarang? Atau anda harus bekerja dua kali lipat dari apa yang anda lakukan
sekarang? Semua itu tergantung apakah Anda pernah merencanakan keuangan untuk
masa depan anda. Anda dapat hidup sama sejahtera dengan saat anda bekerja
sekarang jika anda sudah melakukan perencanaan keuangan untuk masa depan anda.
Kapan memulai merencanakan keuangan?
Perencanaan keuangan tidak sulit, perencanaan keuangan itu
mudah, sepanjang Anda mau meluangkan waktu untuk mempelajari dan melakukannya.
Bermula dari kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan, manfaat yang akan
Anda dapatkan, juga akan dijabarkan lebih jauh langkah-langkah dalam melakukan
perencanaan keuangan, pelajari satu per satu sampai Anda cukup mengerti dan
tidak perlu terburu-buru. Untuk menjadi Cerdas dalam Keuangan harus dimulai
dari diri ANDA terlebih dahulu, bukan orang lain, bukan keluarga Anda. Mengapa
demikian? Karena Anda yang bertanggung jawab atas diri Anda dan keluarga Anda.
Hargailah diri Anda.
Peduli masa depan Anda, Keluarga Anda dan orang yang Anda
cintai.
Sadari bahwa waktu terbaik untuk memulai adalah Sekarang, Hari
Ini juga. Masa depan keuangan Anda ditentukan hari ini!
1. Menerapkan Perencanaan Keuangan Sedini Mungkin - Siklus
Kehidupan Manusia
Perencanaan keuangan pribadi dan keluarga berbeda dengan
perencanaan keuangan perusahaan. Walaupun sama-sama ingin mencapai tujuannya,
namun perencanaan keuangan pribadi perbedaannya terutama karena pendekatan yang
dipakai adalah siklus kehidupan manusia Siklus kehidupan setiap manusia untuk
tiap-tiap pribadi berbeda walaupun kelihatannya hampir sama. Terdapat unsur
kepastian dan ketidakpastian yang sama:
•
Yang pasti adalah semua makhluk hidup akan meninggal
•
Yang tidak pasti adalah kapan meninggalnya dan bagaimana
caranya
Berikut disampaikan siklus kehidupan finansial manusia:
Masa Anak-anak.
Siklus kehidupan dimulai dengan kelahiran. Dimana sebelum
seorang ank lahir, orang tua telah merencanakan banyak hal untuk ”sang bayi”.
Biaya kelahiran, biaya sandang, pangan, biaya pendidikan beberapa tahun ke
depan, biaya rekreasi dan sebagainya. Pada masa ini, anak-anak masih bergantung
kepada orang tuanya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika orang tua tidak
mencukupi kebutuhan selama masa anak-anak ini, tentu akan membuat anak tersebut
menderita. Periode ini periode yang penting diperhatikan khususnya untuk
pasangan yang baru menikah ataupun yang telah memiliki anak, untuk
mempersiapkan kebutuhan keuangan yang diperlukan bagi anak tercinta. Masa ini
orang tua juga sudah dapat mengajarkan hal-hal keuangan kepada anak-anaknya
secara sederhana, sehingga anak-anak menyadari pentingnya mengelola keuangan
sejak dini.
•
Masa Lajang.
Masa lajang merupakan masa, dimana seseorang sudah lebih dewasa
dan mulai melepas ketergantungan kepada orang tua dalam bidang keuangan. Pada
masa ini seseorang mulai perlu belajar mengenai perencanaan keuangan. (Masa ini
penting dilakukan sosialisasi perencanaan keuangan). Kebutuhan pada masa ini
seperti kebutuhan pendidikan, persiapan pernikahan dan membeli rumah. Selain
tanggung jawab atas diri sendiri, pada masa ini juga tanggung jawab terhadap
orang tua dimulai seperti memberikan sebagian penghasilan untuk menanggung
orang tua, membantu menanggung anggota keluarga lain, misalnya adik Anda.
•
Masa Awal Pernikahan
Pada masa ini, suatu kehidupan baru dimulai dan biasanya
pendapatan masih kecil, namun pengeluaran untuk biaya rumah tangga mulai banyak
terjadi. Biaya cicilan rumah atau kendaraan cukup besar, sehingga pengeluaran
harus diatur dengan baik sehari-harinya. Kebutuhan untuk mempersiapkan
kelahiran anak juga perlu mendapat perhatian pada masa ini. Sejak awal
pernikahan perlu disepakati apakah pencari nafkah berdua atau hanya satu saja.
Bagi keluarga yang pencari nafkah satu sudah perlu menyiapkan diri proteksi
jika terjadi kehilangan pendapatan dari pencari nafkah.
Pada masa ini juga perlu dipikirkan menyisihkan pendapatan untuk
masa tua (pensiun). Sebab apabila persiapan dilakukan sejak dini, maka bebannya
akan terasa ringan dibandingkan apabila persiapan dilakukan mendekati masa
pensiun.
•
Masa Orang Tua dengan Anak
Pada tahap ini, perlu disiapkan biaya terhadap kebutuhan anak,
dari biaya persalinan, sandang, pangan sampai biaya rekreasi dan pendidikan
anak. Pada masa ini juga perlu dibuat keputusan apakah sang Ibu perlu berhenti
bekerja mengasuh anak, atau tetap bekerja dan mencari pengasuh untuk menjaga
anak. Apabila sang Ibu berhenti bekerja, ketergantungan kepada suami meningkat
sehingga perlindungan penggantian pendapatan semakin diperlukan.
Kebutuhan utama pada masa ini adalah persiapan pendidikan anak.
Oarng tua akan dihadapkan dengan tantangan untuk menabung untuk keperluan
pendidikan tersebut sambil dapat memepertahankan gaya hidup untuk pengeluaran
sehari-hari yang pasti dalam keadaan tinggi.
•
Masa Tua Awal
Pada masa ini perekonomiam keluarga diharapkan telah mencapai
titik kemapanan. Dimana sebagian anak-anak telah menyelesaikan pendidikannya,
cicilan rumah telah lunas atau hampir selesai dan sebagainya.
Kebutuhan keuangan tidak terhenti pada tahap ini, karena
kebutuhan dana untuk kesehatan dan pensiun masih tinggi. Selain itu, dalam
tahap ini kebutuhan dan keinginan investasi juga masih tinggi. Hal ini
disebabkan telah tersedianya sejumlah tabungan yang dapat diinvestasikan untuk
memberikan hasil yang lebih baik untuk keperluan pensiun, untuk menambah dana
pendidikan anak, atau mungkin untuk kebutuhan persiapan warisan bagi
anak.
•
Masa Awal Pensiun
Pada awal masa pensiun, biasanya anak-anak telah menyelesaikan
studinya dan telah bekerja, sehingga mereka dapat dikatakan telah mandiri
secara finansial. Hal yang perlu dipersiapkan adalah memaksimalkan investasi
yang ada pada saat tersebut, sehingga untuk keperluan sehari-hari tersedia pada
saat kita kurang/tidak produktif. Proteksi terhadap penyakit kritis maupun
kematian juga merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan, sehingga
pada masa ini, kita tidak perlu membebani anak-anak atau keluarga
lainnya.
•
Masa Pensiun
Pentingnya perencanaan pensiun secara dini sangat penting,
sehingga diharapkan pada saat memasuki masa ini telah tersedia pendapatan
maupun modal yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari tua. Apabila
dipersiapkan dengan baik, diharapkan seseorang sudah mempunyai pendapatan dan
aset yang mencukupi, serta pertumbuhannya dapat melampaui besarnya inflasi.
Jika hendak dipersingkat maka hasilnya adalah sebagai berikut:
•
Early years – Akumulasi Kekayaan
–
Hingga usia 45
–
Membentuk keluarga
–
Menabung untuk mencapai tujuan
–
Perencanaan asuransi
–
Pembelian rumah
–
Melakukan level awal penetapan tujuan
–
Perencanaan pajak dan warisan
•
The Golden Years – Mendekati pensiun
–
Ages 45 – 55
–
Meningkatnya level pendapatan yang seringkali disertai
dengan meningkatnya gaya hidup
–
Memonitor tingkat tabungan pensiun
–
Puncak karir
•
Retirement Years
–
Ages 55 and over
–
Seharusnya menikmati hasil akumulasi dan perencanaan
warisan


