Selasa, 29 Oktober 2013

Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan?


Mengapa Perencanaan Keuangan Diperlukan?



Pernahkah Anda merenungkan apa yang akan anda lakukan di saat anda pensiun? Apakah anda dapat menikmati hidup di hari tua anda seperti anda hidup sekarang? Atau anda harus bekerja dua kali lipat dari apa yang anda lakukan sekarang? Semua itu tergantung apakah Anda pernah merencanakan keuangan untuk masa depan anda. Anda dapat hidup sama sejahtera dengan saat anda bekerja sekarang jika anda sudah melakukan perencanaan keuangan untuk masa depan anda.

Kapan memulai merencanakan keuangan?
Perencanaan keuangan tidak sulit, perencanaan keuangan itu mudah, sepanjang Anda mau meluangkan waktu untuk mempelajari dan melakukannya. Bermula dari kesadaran akan pentingnya perencanaan keuangan, manfaat yang akan Anda dapatkan, juga akan dijabarkan lebih jauh langkah-langkah dalam melakukan perencanaan keuangan, pelajari satu per satu sampai Anda cukup mengerti dan tidak perlu terburu-buru. Untuk menjadi Cerdas dalam Keuangan harus dimulai dari diri ANDA terlebih dahulu, bukan orang lain, bukan keluarga Anda. Mengapa demikian? Karena Anda yang bertanggung jawab atas diri Anda dan keluarga Anda. Hargailah diri Anda.
Peduli masa depan Anda, Keluarga Anda dan orang yang Anda cintai.
Sadari bahwa waktu terbaik untuk memulai adalah Sekarang, Hari Ini juga. Masa depan keuangan Anda ditentukan hari ini!

1.       Menerapkan Perencanaan Keuangan Sedini Mungkin - Siklus Kehidupan Manusia
Perencanaan keuangan pribadi dan keluarga berbeda dengan perencanaan keuangan perusahaan. Walaupun sama-sama ingin mencapai tujuannya, namun perencanaan keuangan pribadi perbedaannya terutama karena pendekatan yang dipakai adalah siklus kehidupan manusia Siklus kehidupan setiap manusia untuk tiap-tiap pribadi berbeda walaupun kelihatannya hampir sama. Terdapat unsur kepastian dan ketidakpastian yang sama:
       Yang pasti adalah semua makhluk hidup akan meninggal
       Yang tidak pasti adalah kapan meninggalnya dan bagaimana caranya

Berikut disampaikan siklus kehidupan finansial manusia:

Masa Anak-anak.
Siklus kehidupan dimulai dengan kelahiran. Dimana sebelum seorang ank lahir, orang tua telah merencanakan banyak hal untuk ”sang bayi”. Biaya kelahiran, biaya sandang, pangan, biaya pendidikan beberapa tahun ke depan, biaya rekreasi dan sebagainya. Pada masa ini, anak-anak masih bergantung kepada orang tuanya. Dapat dibayangkan apa yang terjadi jika orang tua tidak mencukupi kebutuhan selama masa anak-anak ini, tentu akan membuat anak tersebut menderita. Periode ini periode yang penting diperhatikan khususnya untuk pasangan yang baru menikah ataupun yang telah memiliki anak, untuk mempersiapkan kebutuhan keuangan yang diperlukan bagi anak tercinta. Masa ini orang tua juga sudah dapat mengajarkan hal-hal keuangan kepada anak-anaknya secara sederhana, sehingga anak-anak menyadari pentingnya mengelola keuangan sejak dini.

       Masa Lajang.
Masa lajang merupakan masa, dimana seseorang sudah lebih dewasa dan mulai melepas ketergantungan kepada orang tua dalam bidang keuangan. Pada masa ini seseorang mulai perlu belajar mengenai perencanaan keuangan. (Masa ini penting dilakukan sosialisasi perencanaan keuangan). Kebutuhan pada masa ini seperti kebutuhan pendidikan, persiapan pernikahan dan membeli rumah. Selain tanggung jawab atas diri sendiri, pada masa ini juga tanggung jawab terhadap orang tua dimulai seperti memberikan sebagian penghasilan untuk menanggung orang tua, membantu menanggung anggota keluarga lain, misalnya adik Anda.

       Masa Awal Pernikahan
Pada masa ini, suatu kehidupan baru dimulai dan biasanya pendapatan masih kecil, namun pengeluaran untuk biaya rumah tangga mulai banyak terjadi. Biaya cicilan rumah atau kendaraan cukup besar, sehingga pengeluaran harus diatur dengan baik sehari-harinya. Kebutuhan untuk mempersiapkan kelahiran anak juga perlu mendapat perhatian pada masa ini. Sejak awal pernikahan perlu disepakati apakah pencari nafkah berdua atau hanya satu saja. Bagi keluarga yang pencari nafkah satu sudah perlu menyiapkan diri proteksi jika terjadi kehilangan pendapatan dari pencari nafkah.
Pada masa ini juga perlu dipikirkan menyisihkan pendapatan untuk masa tua (pensiun). Sebab apabila persiapan dilakukan sejak dini, maka bebannya akan terasa ringan dibandingkan apabila persiapan dilakukan mendekati masa pensiun. 

       Masa Orang Tua dengan Anak
Pada tahap ini, perlu disiapkan biaya terhadap kebutuhan anak, dari biaya persalinan, sandang, pangan sampai biaya rekreasi dan pendidikan anak. Pada masa ini juga perlu dibuat keputusan apakah sang Ibu perlu berhenti bekerja mengasuh anak, atau tetap bekerja dan mencari pengasuh untuk menjaga anak. Apabila sang Ibu berhenti bekerja, ketergantungan kepada suami meningkat sehingga perlindungan penggantian pendapatan semakin diperlukan. 
Kebutuhan utama pada masa ini adalah persiapan pendidikan anak. Oarng tua akan dihadapkan dengan tantangan untuk menabung untuk keperluan pendidikan tersebut sambil dapat memepertahankan gaya hidup untuk pengeluaran sehari-hari yang pasti dalam keadaan tinggi.

       Masa Tua Awal
Pada masa ini perekonomiam keluarga diharapkan telah mencapai titik kemapanan. Dimana sebagian anak-anak telah menyelesaikan pendidikannya, cicilan rumah telah lunas atau hampir selesai dan sebagainya.
Kebutuhan keuangan tidak terhenti pada tahap ini, karena kebutuhan dana untuk kesehatan dan pensiun masih tinggi. Selain itu, dalam tahap ini kebutuhan dan keinginan investasi juga masih tinggi. Hal ini disebabkan telah tersedianya sejumlah tabungan yang dapat diinvestasikan untuk memberikan hasil yang lebih baik untuk keperluan pensiun, untuk menambah dana pendidikan anak, atau mungkin untuk kebutuhan persiapan warisan bagi anak. 

       Masa Awal Pensiun
Pada awal masa pensiun, biasanya anak-anak telah menyelesaikan studinya dan telah bekerja, sehingga mereka dapat dikatakan telah mandiri secara finansial. Hal yang perlu dipersiapkan adalah memaksimalkan investasi yang ada pada saat tersebut, sehingga untuk keperluan sehari-hari tersedia pada saat kita kurang/tidak produktif. Proteksi terhadap penyakit kritis maupun kematian juga merupakan hal yang sangat penting untuk dipersiapkan, sehingga pada masa ini, kita tidak perlu membebani anak-anak atau keluarga lainnya. 

       Masa Pensiun
Pentingnya perencanaan pensiun secara dini sangat penting, sehingga diharapkan pada saat memasuki masa ini telah tersedia pendapatan maupun modal yang memadai untuk memenuhi kebutuhan hidup di hari tua. Apabila dipersiapkan dengan baik, diharapkan seseorang sudah mempunyai pendapatan dan aset yang mencukupi, serta pertumbuhannya dapat melampaui besarnya inflasi.
Jika hendak dipersingkat maka hasilnya adalah sebagai berikut:

       Early years – Akumulasi Kekayaan
      Hingga usia 45
      Membentuk keluarga
      Menabung untuk mencapai tujuan
      Perencanaan asuransi
      Pembelian rumah
      Melakukan level awal penetapan tujuan
      Perencanaan pajak dan warisan

       The Golden Years – Mendekati pensiun
      Ages 45 – 55
      Meningkatnya level pendapatan yang seringkali disertai dengan meningkatnya gaya hidup
      Memonitor tingkat tabungan pensiun
      Puncak karir

       Retirement Years
      Ages 55 and over
      Seharusnya menikmati hasil akumulasi dan perencanaan warisan

Selasa, 22 Oktober 2013

Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga

Cara Sederhana Mengelola Keuangan Keluarga Ayahbunda.co.id

Masalah keuangan adalah hal yang umum dialami keluarga muda, apalagi di tahun-tahun pertama menjalani kehidupan berumahtangga. Belum lagi si kecil tak lama kemudian hadir di tengah Anda dan pasangan. Benarkah masalahnya terletak dari besar-kecilnya pendapatan keluarga?

“Seringkali masalahnya bukan terletak pada penghasilan yang kurang, tapi kebiasaan yang salah dalam mengelola uang,” ungkap Ligwina Hananto, ahli perencanan keuangan dalam sebuah acara Ayahbunda beberapa waktu lalu. Ternyata, dalam kenyataan, seorang ayah yang berpenghasilan ratusan juta rupiah bisa mengalami shock ketika menemukan uangnya tinggal Rp. 500.000,00 sebelum akhir bulan.

Ligwina memberikan beberapa kunci untuk mengelola keuangan secara sederhana:
1.    Pahami portfolio keuangan keluarga Anda. Jangan sampai Anda tak tahu isi tabungan, jumlah tagihan listrik, telepon, servis mobil, belanja, biaya periksa dokter dan lainnya. Anda harus tahu berapa hutang kartu kredit, pinjaman bank atau cicilan rumah dan mobil.
2.    Susun rencana keuangan atau anggaran. Rencana keuangan yang realistis membantu Anda bersikap obyektif soal pengeluaran yang berlebihan. Tak perlu terlalu ideal, sehingga lupa kebutuhan diri sendiri. Tak ada salahnya memasukkan kebutuhan pergi ke salon, spa atau clubbing. Yang penting, anggarkan jumlah yang realistis dan Anda pun harus patuh dengan anggaran tersebut.
3.    Pikirkan lebih seksama pengertian antara “butuh” dan “ingin”. Tak jarang kita membelanjakan uang untuk hal yang tak terlalu penting atau hanya didorong keinginan, bukan kebutuhan. Buatlah daftar berupa tabel yang terdiri dari kolom untuk item belanja, kebutuhan dan keinginan. Setelah mengisi kolom item belanja, isilah kolom “kebutuhan” dan “keinginan” dengan tanda cek (V). Dari sini pertimbangkan dengan lebih matang, benda atau hal yang perlu Anda beli/penuhi atau tidak.
4.    Hindari hutang. Godaan untuk hidup konsumtif semakin besar. Tapi bukan berarti dengan mudah Anda membeli berbagai benda secara kredit. Tumbuhkan kebiasaan keuangan yang sehat dimulai dari yang sederhana, seperti tak memiliki hutang konsumtif.
5.    Meminimalkan belanja konsumtif. Bertemu teman lama untuk bertukar pikiran di kafe terkadang memang perlu, tapi tak berarti Anda harus melakukannya di setiap Jumat sore. Anda bisa gunakan pengeluaran ini untuk menabung atau memenuhi kebutuhan lain.
6.    Tetapkan tujuan atau cita-cita finansial. Susun target keuangan yang ingin Anda raih secara berkala, bersama pasangan. Tetapkan tujuan spesifik, realistis, terukur dan dalam kurun waktu tertentu. Tujuan ini membantu Anda lebih fokus merancang keuangan. Misalnya, bercita-cita punya dana pendidikan prasekolah berstandar internasional dan sebagainya.
7.    Menabung, menabung, menabung. Ubah kebiasaan dan pola pikir. Segera setelah menerima gaji, sisihkan untuk tabungan dalam jumlah yang telah Anda rencanakan sesuai tujuan atau cita-cita finansial keluarga Anda. Sebaiknya, Anda memiliki rekening terpisah untuk tabungan dan kebutuhan sehari-hari.
8.    Berinvestasilah! Tentu Anda tak akan puas dengan hanya menunggu tabungan membumbung. Padahal cita-cita Anda untuk keluarga “selangit”. Inilah saat yang tepat untuk juga memikirkan investasi. Kini bentuknya macam-macam. Takut akan risiko investasi?! Tak perlu khawatir, Anda hanya perlu belajar pada ahlinya. Konsultasikan keuangan Anda dengan ahli keuangan yang handal!


Mau ikut Training / Workshop Gabung aja ke Vibiz Learning
Workshop SIMPRO
  

 
Klik Our Website :

Rabu, 16 Oktober 2013

3 Keuntungan Kartu Kredit Yang Anda Miliki



3 Keuntungan Kartu Kredit Yang Anda Miliki




Saat ini  kita mengenal begitu banyak jenis kartu kredit  bahkan  setiap  hari saya dapat menerima 3-4 telepon masuk dari  Tele marketing berbagai kartu kredit.  Setiap jenis kartu kredit seakan-akan berlomba memberikan berbagai promo kartu kredit menarik untuk  memikat calon nasabahnya. Ditambah cara membuatan kartu kredit saat ini  mudah sekali, hanya dengan menyodorkan kartu identitas dan slip gaji Anda maka kartu sudah dapat dikirimkan 7 hari kerja. 


Namun karena kebutuhan dan gaya hidup yang berbeda-beda,  maka tidak semua jenis kartu kredit  cocok dan perlu Anda miliki. Berbagai jenis kartu kredit yang ditawarkan saat ini, selalu disertai dengan berbagai keuntungan menarik  mulai dari potongan harga, reward point bahkan cicilan dengan bunga 0%. Sayangnya, hanya sedikit pemegang kartu yang memahami fungsi kartu plastik ini dengan baik. Sehingga tidak heran banyak nasabah yang terlilit masalah keuangan dengan kartu kredit yang mereka miliki.

Pemanfaatan kartu kredit  merupakan salah satu trend dari gaya hidup yang berkembang pesat di kota-kota besar. Tak heran, banyak konsumen saat ini yang lebih menyukai bertransaksi lewat kartu kredit daripada tunai. Tahukah Anda, suatu studi menyatakan bahwa kartu kredit merupakan bentuk kredit yang paling diminati dan dimanfaatkan. Namun sayangnya jenis ini juga yang paling sulit mengontrol penggunaannya.

Kartu kredit sendiri merupakan jenis fasilitas kredit perorangan tanpa agunan yang paling umum  yang dikeluarkan oleh lembaga perbankan.   

Menggunakan kartu kredit artinya Anda mendapat pinjaman yang tentu saja HARUS Anda bayar kembali saat jatuh tempo.

Lalu, apa Keuntungan  kartu kredit yang perlu Anda ketahui?

1.      sebagai alat pembayaran yang aman pengganti pembayaran tunai.
2.      sebagai alat bantu bagi konsumen mengatur keuangan supaya lebih bijak
3.     sebagai sarana untuk memperoleh promosi menarik dan berbagai kemudahan yang menguntungkan konsumen jika bijak menyikapinya

Sayangnya fungsi kegunaan tersebut tidak sepenuhnya dipahami publik. Banyak masalah terjadi karena masyarakat masih ada yang  mempercayai mitos tentang kartu kredit, seperti :

a.   kartu kredit merupakan penghasilan tambahan yang memungkinkan Anda untuk menggunakannya sesuka hati, termasuk menggunakan fasilitas tarik tunai.
b.    kartu kredit merupakan kartu hutang yang paling mudah hanya tinggal gesek kapan saja dan dimana saja.
c.   memiliki banyak kartu kredit dianggap dapat meningkatkan status sosial Anda, di masyarakat dan bisa menggunakannya sesuka hati.

Akibatnya, banyak pemegang kartu kredit yang memanfaatkan kartu kredit secara tidak terkendali, layaknya mendapatkan tambahan pendapatan. Akibatnya, terbelit utang.

Beberapa Faktor Yang Perlu Dipertimbangkan Dalam Memiliki Kartu Kredit
Untuk menghindari masalah diatas maka perlu beberapa pertimbangan, antara lain :



Pertama, pastikan kebutuhan anda. Apakah anda sering bepergian atau belanja di pasar swalayan atau sering makan di restoran atau sering  membeli alat-alat elektronik secara mencicil dan sebagainya

Kedua, pahami gaya hidup anda, carilah informasi yang cukup mengenai kartu kredit yang sesuai dengan gaya hidup anda, seperti :

·      Apakah kartu kredit itu juga memberikan fasilitas untuk kebutuhan pokok anda,  seperti pembayaran tagihan bulanan (listrik, air, telepon),  mengisi pulsa atau memberikan cash back ?
·     Atau apakah kartu kredit tersebut menawarkan privilege atau hak istimewa di sejumlah hotel, spa, tempat belanja, dan tempat makan ?
·       Atau kartu kredit itu memberikan point reward yang dapat ditukarkan dengan berbagai hadiah ?
·      Mungkin juga kartu kredit itu menawarkan fasilitas airport lounge, merchant promo atau diskon belanja, asuransi, dan pelayanan international 24 jam, seperti kemudahan penggantian kartu yang hilang saat di luar negeri.

Last but not least, Gunakanlah kartu kredit dengan bijak dimana kartu kredit adalah sarana mempermudah kita bertransaksi bukan sarana kita untuk bergaya hidup  mewah-mewahan.

Jumat, 11 Oktober 2013

Bagaimana Mempersiapkan Masa Pensiun Saya?


Bagaimana Mempersiapkan Masa Pensiun Saya?




Suatu hari sahabat saya menelpon saya, katanya wah perusahaan di mana saya bekerja mengalami pailit sehingga perusahaan melakukan pemangkasan pegawainya  dan saya merupakan salah satu karyawan yang diminta mengundurkan diri. Jujur saya sangat sedih menerima berita ini, saya tidak siap menghadapi masa depan saya, bagaimana saya memenuhi kewajiban saya sebagai kepala keluarga untuk menafkahi keluarga saya? Sedangkan penghasilan yang diterima pas-pasan saja, tidak ada sisa untuk ditabung. Hal ini wajar dan mungkin dapat terjadi dalam hidup kita,lalu apa yang harus kita lakukan untuk mengantisipasi akan hal ini?

Pertama, Kita harus memiliki kemampuan dalam mengelola dana/uang  yang dimiliki supaya semakin bertambah dan terus bertambah banyak. Caranya yang paling sederhana  kita harus menyisihkan sebagian dari penghasilan kita untuk ditabung sedikit demi sedikit, maka kelak saat usia pensiun kita sudah punya cukup dana untuk dinikmati di hari tua kita.   Selain itu  juga ada dana darurat yang kita siapkan jika sewaktu-waktu ada keluarga yang sakit dan harus masuk RS. Sisanya jika ada barulah kita mulai merencanakan untuk melakukan investasi.

Kedua, lakukan investasi. Sebelum kita melakukan investasi maka kita harus menentukan terlebih dahulu tujuan yang kita kehendaki dari investasi tersebut. Tujuan dapat dibuat sederhana, misalnya:
·     Saya mau pensiun dari pekerjaan saya di kantor pada usia 55 tahun dan memiliki uang Rp 1 milliar.
·     Saya mau berangkat haji di usia 45 tahun dan memiliki uang Rp 500 juta
·     Saya mau keliling dunia di usia 50 tahun dan memiliki uang Rp 1 miliar.

Hal ini terlihat sederhana tapi pada saat kita gagal menentukan tujuan maka kita sebenarnya sedang menuju kegagalan. Ibarat ingin liburan ke luar kota tapi tidak tahu harus ke mana, tinggal di mana, dananya cukup atau tidak, dan sejenisnya. Setelah tujuan ditentukan maka kita harus bertindak/ action atas tujuan yang kita tetapkan.

Lalu tentukan instrumen apa yang kita pakai untuk mencapai tujuan tersebut. Ada begitu banyak kendaraan investasi/instrumen investasi yang tersedia di bank-bank.Tinggal kita mau atau tidak untuk melakukan action saat menggunakannya.

Ada beberapa alternatif  instrumen investasi yang ditawarkan seperti deposito, emas, reksadana dan ORI.  Jadi jika kita mau punya uang Rp 1 miliar saat pensiun nanti, maka kita harus menggunakan instrumen investasi apa? Menabungnya berapa lama? Dan berapa nilai uang kita nanti saat pensiun tiba (future value). Asumsi kita mulai investasi pada usia 30 tahun dan ingin memiliki uang Rp 1 miliar nilai sekarang saat usia pensiun 50 tahun. Untuk mencapai target tersebut kita harus rutin menabung setiap bulan selama 20 tahun di produk yang tepat dengan nilai Rp 350.000/bulan. Setelah 20 tahun menabung maka investasi yang dipunyai adalah senilai lebih dari Rp 5 miliar atau setara dengan Rp 1 miliar nilai saat ini.

Yang tak kalah pentingnya adalah memiliki proteksi pribadi di luar yang diberikan oleh perusahaan melalui asuransi rekanan. Proteksi asuransi bukanlah pengganti jiwa dan nyawa kita. Namun akan sangat beruntung bila nilai ekonomis yang dimiliki bisa dilindungi. Hal ini akan mengalihkan risiko ke pihak lain yang mau membayar seharga nilai ekonomis yang kita inginkan. Mempunyai proteksi sifatnya wajib dan dengan demikian akan menjauhkan kita dari kesusahan di hari tua saat perusahaan tidak membayar fasilitas kesehatan, di saat harga obat, biaya hidup, dan nilai kesehatan berlipat-lipat mahalnya. Proteksi wajib dimiliki karena akan melindungi kita dari risiko yang tidak pernah diinginkan tapi tidak bisa dihindari.

Logikanya, semakin tinggi jabatan, semakin besar gaji, semakin banyak komisi, maka semakin kita membutuhkan asuransi yang melindungi nilai ekonomis diri kita. Untuk mengetahui besar dan kebutuhan proteksi asuransi, maka kita dapat menghubungi Investment specialist.
Selamat mencoba!